Di mana pun tumbuhnya sebuah tanaman akan tetap dapat tumbuh dengan baik apabila nutrisi (unsur hara) yang dibutuhkan selalu tercukupi. Dalam konteks ini fungsi dari tanah adalah untuk penyangga tanaman dan air yang ada merupakan pelarut nutrisi, untuk kemudian bisa diserap tanaman. Pola pikir inilah yang akhirnya melahirkan ide memanfaatkan sedikit bagian luar kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun untuk bertanam dengan teknik hidroponik.

Pipa-pipa tersusun rapi di belakang sisi utara kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun lengkap dengan selang-selang kecil mengalirkan air mengandung nutrisi penunjang hidup tanaman yang tumbuh dari gelas di bagian atas pipa. Tanaman kangkung, sawi dan selada tumbuh rapi di area tanaman hidroponik. Tanaman kangkung tampak sangat lebat dan subur di dua deret atas, sementara di deret ke dua sampai ke tujuh tanaman sawi mungil menyembul. Di deretan ke tujuh sebagian ditanami selada yang sudah mulai lebat daunnya.

Senin pagi, 12 Juni 2017 panen perdana kangkung yang ditanam dengan teknik hidroponik. Sekitar enam belas ikat kangkung segar non pestisida dihasilkan hanya dari dua pipa sepanjang 4 meter di bagian kecil sisi gedung kantor Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun. Pemanfaatan lahan semacam ini sebenarnya bisa diaplikasikan pada sisa pekarangan warga yang belum digunakan untuk menunjang kemandirian pangan yang sehat dan bebas pestisida.

Pemanfaatan lahan di sekitar Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun sebenarnya telah dimulai sejak sebelum kepindahan kantor dari wilayah Kota Madiun ke wilayah Mejayan. Ibu Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun waktu itu memerintahkan untuk menanami sisa lahan dengan tanaman yang dalam jangka panjang bisa berfungsi menjadi tanaman peneduh sekaligus bisa dimanfaatkan buahnya. Sisi belakang dan utara gedung Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun saat ini telah tumbuh subur tanaman tahunan berupa kelengkeng, belimbing, nangka, sawo, rambutan dan mangga.

Selain tanaman tahunan sisa lahan juga dimanfatkan untuk tanaman musiman berupa pepaya, ketela pohon, terong, kacang panjang, kacang tanah, jagung manis dan kenikir. Peneduh di bagian belakang memanfaatkan tanaman markisa. Sementara di sisi selatan bagian belakang gedung terdapat dua buah tanaman kurma setinggi 2 meter.

Tanaman musiman dan peneduh sudah beberapa kali panen dan dimanfaatkan oleh Aparatur Sipil Negara di lingkup Badan Kepegawaian Daerah Kabupaten Madiun sendiri. Sementara untuk tanaman hidroponik yang memang belakangan budidayanya baru sekali panen. Tertarik mencoba bercocok tanam dengan teknik hidroponik di rumah Anda?

Categories: HALAMAN SLIDE

Comments are closed.