Kunjungan Peserta Diklatpim IV Kabupaten Sumenep

Caruban – Pemerintah Kabupaten Madiun menerima kunjungan Peserta Diklatpim IV Angkatan III dari Kabupaten Sumenep dalam program Benchmarking to Best Practice.

Benchmarking to Best Practice adalah salah satu mata diklat dalam kurikulum Diklat Kepemimpinan pola baru dengan mengunjungi OPD yang telah berhasil menerapkan inovasi dalam pelaksanaan tugas sehari hari guna meningkatkan kinerja lembaga.

Benchmarking to Best Practice adalah bagian dari rangkaian agenda inovasi peserta Diklatpim dalam merencanakan proyek perubahan yang akan diterapkan di Organisasi Perangkat Daerah masing-masing setelah selesai mengikuti Diklat.

Kunjungan Peserta Diklatpim IV Kabupaten Sumenep diterima langsung Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos. Senin 18 Maret 2019 di Ruang Rapat Graha Eka Kapti lingkup Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun, Jalan Alun-alun Utara Nomor 1-3 Caruban.

Rombongan benchmarking to Best Practice Diklatpim IV Angkatan III Kabupaten Sumenep terdiri dari 40 orang peserta Diklat, Tim Monitoring Diklat Pemerintah Kabupaten Sumenep dan Widyaiswara Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Provinsi Jawa Timur DR. Ir. Gentur Prihantono, S.P., M.T., M.H.

Hadir bersama peserta Diklatpim IV Angkatan IV Kabupaten Sumenep Bapak Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, S.H., Asisten Administrasi Umum Ir. Mohammad Jakfar, M.M., Kepala BKPSDM R. Titik Suryati, S.H., M.H. bersama Kepala Bidang dan Kepala Sub Bidang BKPSDM.

Pemerintah Kabupaten Sumenep memilih Tiga OPD sebagai lokasi benchmarking to Best Practice. BPKAD Kabupaten Madiun dengan fokus Transaksi Non Tunai. Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dengan Fokus pengelolaan keuangan desa berbasis aplikasi “Siskeudes” online.

Sementara Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak dengan Fokus blue control sebagai Inovasi integratif pengendalian penduduk dan kota layak anak.

Bupati Madiun H. Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos. memanfaatkan sambutannya untuk memperkenalkan Kabupaten Madiun kepada peserta, mulai sejarah Kabupaten Madiun, perpindahan ibukota, budaya, potensi alam, pertanian, potensi wisata hingga oleh-oleh dan makanan khas Kabupaten Madiun.

Bupati Madiun juga mengharapkan kunjungan ini sebagai langkah awal terwujudnya kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Madiun dengan Pemerintah Kabupaten Sumenep.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi, S.H. menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Madiun yang telah memberikan kesempatan kepada peserta Diklatpim IV Angkatan III Kabupaten Sumenep untuk belajar pada tiga OPD Kabupaten Madiun yang telah berhasil menerapkan inovasi guna meningkatkan layanan kepada Masyarakat.

“Kami menilai bahwa Kabupaten Madiun memiliki keunggulan inovasi yang tidak dimiliki oleh daerah lain. Bisa menjadi inspirasi bagi proses pembangunan di Kabupaten Sumenep.” Demikian ungkap Wakil Bupati Sumenep.

Wakil Bupati Sumenep juga turut prihatin atas musibah banjir yang melanda Kabupaten Madiun 5 Maret yang lalu. “Semoga mereka yang terkena musibah bersabar dan semoga semua segera kembali seperti sediakala.” Demikian katanya.

Setelah acara penyambutan selesai, ketiga OPD yang menjadi lokus Benchmarking to Best Practice direncanakan menyampaikan paparan program unggulan masing-masing secara bergantian dilanjutkan dengan diskusi, akan tetapi hanya dimanfaatkan oleh Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak .

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Drs. Siti Zubaidah, M.H. yang hadir bersama tim menyampaikan secara panjang lebar program-program unggulan di Dinasnya.

Sementara itu untuk Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tidak menyampaikan paparan pada upacara penyambutan. Peserta menerima penjelasan sambil melihat langsung proses kerja yang dilaksanakan tiap hari di kedua Orang yang masih dalam lingkup perkantoran Pusat Pemerintahan Kabupaten Madiun.