Kepala BKD Ngunduh Mantu, Staf Kompak Berbaju Kuning

Caruban – Kepala BKD Kabupaten Madiun Endang Setyowati, S.H., M.M. punya gawe ngunduh mantu Sabtu, 20 April 2019. Acara yang dihelat di Gedung Sasana Praja, Jalan Diponegoro 26 Komplek Pemerintah Kabupaten Ponorogo ini adalah rangkaian prosesi pernikahan IPTU. Rizal Nugra Wijaya, S.I.K. putra Kepala BKD Kabupaten Madiun dengan Putri Dwike Yuliari, S.K.G. yang akad nikahnya telah dilaksanakan pada 15 Desember 2018 lalu.

Dua agenda kegiatan lain dalam rangkaian pernikahan ini adalah Simaan Quran yang dilaksanakan pada Hari Senin, 15 April 2019 di kediaman Ibu Endang Setyowati, S.H., M.M. di Ponorogo, dan dilanjutkan Tradisi Wungon pada Jumat malam, 19 April 2019. Acara wungon dihadiri kerabat, kolega, tetangga dan karyawan-karyawati BKD diisi dengan hiburan dan ramah tamah.

Puncak acara dilaksanakan hari Sabtu 20 April 2019 dengan digelarnya resepsi pernikahan. Resepsi diawali dengan tradisi Pedang Pora. Pedang Pora sendiri berasal dari kata Pedang Pura atau Gapura Pedang.Prosesi rangkaian pedang berbentuk gapura ini menjadi tradisi pernikahan bagi para perwira TNI dan Polri, sebagai simbol melepas masa lajangnya. Selain itu, prosesi ini juga untuk memperkenalkan sang mempelai wanita di hadapan korps sang suami.

Setiap formasi barisan maupun prosesi dalam Upacara Pedang Pora menyiratkan sebuah renungan yang dalam tentang hakikat kehidupan seorang perwira, baik dalam keadaan suka maupun duka yang akan melibatkan sang istri. Pedang yang terhunus melambangkan mempelai yang akan selalu siap mengatasi segala rintangan yang akan dihadapi sementara posisi dua barisan yang berhadapan adalah simbol gerbang kehidupan baru bagi kedua mempelai.

Selesai Prosesi Pedang Pora para tamu undangan diberikan kesempatan untuk memberikan ucapan selamat dan foto bersama kedua mempelai dilanjutkan dengan ramah tamah sambil menikmati hidangan yang telah disiapkan.

Ada yang cukup unik dalam resepsi pernikahan ini, yaitu didaulatnya dua kepala daerah untuk menyanyikan lagu di hadapan semua tamu undangan. Drs. H. Ipong Muchlissoni Bupati Ponorogo pertama yang dipanggil oleh Master of Ceremony. Kesempatan kedua tampil Bupati Madiun Ahmad Dawami Ragil Saputro, S.Sos. Penampilan ceria kedua Bupati ini menyedot perhatian para tamu undangan untuk mengambil gambar maupun mengabadikan dalam bentuk video menggunakan telepon seluler masing-masing.

Resepsi berakhir ditandai lempar bunga dari kedua mempelai dengan membelakangi para tamu undangan yang siap berebut. Lempar bunga selesai dilanjutkan foto bersama keluarga besar mempelai dan panitia dengan kedua mempelai secara bergantian.

Menyongsong gawe besar Kepala BKD Kabupaten Madiun ini, Sekretaris BKD Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si. mengerahkan seluruh pejabat dan staf BKD sebagai panitia mulai saat Simaan Quran, pelaksanaan Wungon hingga pelaksanaan resepsi. Seluruh pejabat dan staf diberi tugas tanpa kecuali. Mulai dari area parkir, perlengkapan, hiburan, konsumsi, penjaga buku tamu, souvenir, penerima tamu, dokumentasi hingga pengemudi.

“Semua harus melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya. Pada saat-saat seperti ini, akan terlihat bagaimana kekompakan BKD sebagai keluarga, bukan hanya karena hubungan pekerjaan saja.” Demikian ungkap Sekretaris BKD Kabupaten Madiun Sigit Budiarto, S.Sos., M.Si.

Selama pelaksanaan kegiatan, seluruh staf diwajibkan mengenakan seragam batik jumput warna kuning, para pejabat putra diberikan tugas sebagai koordinator dan penerima tamu putra mengenakan Fulldress sementara penerima tamu putri mengenakan pakaian nasional.

Ahad pagi Kepala BKD Kabupaten Madiun Endang Setyowati, S.H., M.M. memberikan apresiasi atas kekompakan keluarga besar BKD Kabupaten Madiun melalui aplikasi Whatsapp. “Assalamualaikum. Selamat pagi Pak Sek, Mbak Lies, Mbak Diana, Mbak Hanik, Mas Hery dan semua keluarga besar BKD tanpa kecuali. Dengan rasa haru dan bangga, kami tidak bisa mengungkapkan dengan kata-kata karena saking bahagianya melihat kekompakan dari panejenengan keluarga BKD. Semua telah membantu mensukseskan acara ngundhuh mantu putra-putri kami. Tanpa panjenengan tidak bisa sesukses acara kemarin. Maka dari itu, kami atas nama keluarga hanya bisa mengucapkan banyak terima kasih atas segalanya. Semoga Allah senantiasa memberikan kekuatan kepada kita untuk lebih erat lagi dalam kekeluargaan dan sukses dalam pekerjaan. Dan mohon maaf atas segala kekurangan baik ucapan maupun tingkah laku kami sekeluarga, mohon maaf yang sebesar besarnya. Wassalam”